Selasa, 29 April 2014

Wawancara Mengenai Ekonomi & Pendidikan


I. Ekonomi
Narasumber: MI, Sarjana Ekonomi.

1. Menurut bapak, apakah masalah perekonomian di Indonesia ini bisa diselesaikan atau tidak?
Semuanya bisa, tetapi bergantung pada niat, kejujuran dan ketegasan dari pemimpin Indonesia ini. Apabila pemimpin kita menjunjung tinggi nilai kejujuran dan kebersihan hatinya, masalah perekonomian akan dengan mudah diselesaikan. Tetapi, kecurangan dan korupsi sangat memperlambat penyelesaian masalah ini. Akar dari permasalahan ekonomi ini bukanlah pada sistemnya tetapi pada manusia yang mengatur sistemnya. Sebuah sistem dibentuk oleh manusia dan sistem tersebut dapat diperbaiki apabila manusianya sudah bertindak dengan benar. 

Sebagai contoh, subsidi BBM seharusnya dihapuskan karena sangat menggerogoti perekonomian negara. Subsidi ditujukan kepada masyarakat yang kurang mampu, tetapi semua orang menggunakannya. Penghapusan subsidi BBM dapat mempercepat pertumbuhan kemajuan ekonomi Indonesia. Tetapi, apabila akan menghapus subsidi tersebut, pemimpin kita harus membenahi transportasi umum terlebih dahulu. 

2. Jika berperan sebagai kepala pemerintahan, apa yang akan bapak lakukan?
Pertama, kita harus menyadari dan memahami akar dari permasalahannya. Indonesia kaya dengan sumber daya alam. SDMnya pun juga sangat luar biasa. Permasalahannya adalah penggunaan SDA yang tidak dioptimalkan secara benar sehingga tidak bisa mencukupi seluruh rakyat Indonesia. Pada faktanya, hanya beberapa orang yang memiliki permasalahan distribusi ekonomi. Untuk memecahkan masalah ini, kepemilikian umum, individu dan negara harus dipisahkan. Kita harus melihat dulu di dalam UUD pengaturan tentang kekayaan alam yang berkaitan dengan masalah bagaimana pemerintah mengelola SDA ini yang digunakan untuk kepentingan masyarakat. 

Contohnya, sektor-sektor swasta yang akan mengakibatkan kenaikan biaya, hal ini tidak dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat. Sistem kepemilikikan yang bersifat monopoli harus dihapuskan. Di dalam UUD dulu, barang tambang harus dimiliki oleh rakyat. Tetapi sekarang, banyak dimiliki oleh swasta atau individu untuk kepentingan pribadi atau kelompok.

3. Ada seorang tokoh yang mengatakan dia akan mengubah ekonomi di Indonesia dalam 10 tahun menjadi upah minimum regional. Apakah mungkin atau tidak?
Sangat memungkinkan. Apabila tokoh tersebut sudah mempunyai karakteristik yang disinggung sebelumnya, hal ini bisa dilaksanakan. Dengan kejujuran dan ketegasan, dia pasti akan berpegang teguh dengan prinsip dan konsepnya. Dan apabila ada pengaruh-pengaruh atau ancaman, tokoh tersebut akan dengan berani den tegas melawan sebab dia tahu dan sadar bahwa dia tidak salah.

 II. Pendidikan
Narasumber: E, Dosen Psikologi Binus 

1. Mengenai sumber daya, SDM yang berkualitas itu bersumber dari pendidikan yang bagus juga. Menurut ibu, apakah pendidikan di Indonesia sudah memadai?
Belum, pendidikan Indonesia masih sangat memprihatinkan. Sebagai contoh, banyak orang panik dan bingung karena masalah UN yang menentukan kelulusan. Pada faktanya, UN sendiri bukan merupakan jaminan orang untuk berhasil karena UN hanya mengeukur kemampuan pada periode waktu itu saja. 

Pendidikan seharusnya dievaluasi dari 3 arah yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik. UN hanya mewakili aspek kognitif. Masalah biaya juga sangat memprihatinkan dimana akses pendidikan tidak bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Pendidikan mahal, orang miskin dilarang sekolah. Banyak sekolah yang tidak beratap, kekurangan guru. Artinya, pemerataan pendidikan di Indonesia belum baik dan masih harus dibenahi dalam sistem dan infrastruktur. 

2. Pendidikan yang baik seperti apa?
Sistem kurikulum Indonesia banyak yang tidak sesuai dengan tujuan implementasi pendidikan. Rancangannya sudah bagus tetapi pelaksanaannya tidak sesuai. Ketika diterapkan evaluasi UN, terjadi kecurangan  berarti tidak sesuai dengan karakter yang ingin dibentuk lewat kecurangan itu sendiri. Tidak hanya murid, guru juga banyak yang memberikan contekan terjadi secara sistemik. Masalah ini tidak bisa diselesaikan secara parsial tetapi harus diselesaikan secara sistemik. Evaluasi, kurikulum yang harus diperbaiki. Akses terhadap internet baik di Jakarta dan daerah lainya. 

3. Menurut ibu, apakah ada calon pemimpin yang sepaham dengan ibu atau cocok untuk memimpin Indonesia?
Di indonesia, belum ada tokoh yang dapat dijadikan contoh. Kemengan dari PDIP yang diwakili Jokowi bukan kemenangan partai melainkan kemenangan dari tokohnya. Mengapa? Karena masyarakat membutuhkan pemimpin yang mengurangi kondisi rea. Tokoh yang dapat dijadikan contoh adalah seseorang yang berani turun dan terjun langsung ke masyarakatnya. 

Kesimpulan: Ekonomi dan pendidikan indonesia masih sangat perlu diperbaiki dari segi sistem maupun pemerintahannya. Karena jika sistem yang baik tapi orang yang menjalankan tidak profesional dan berkualitas untuk melakukan tugas tersebut, semuanya sia-sia. Sistem dan pemerintahan harus beriringan memperbaiki pendidikan dan ekonomi indonesia.

Sabtu, 19 April 2014

Human Socialities: Socialization, Social Interaction, and Social Mobility


I. Socialization

1. The Role Of Socialization

Interaksi hereditas dan lingkungan mempunyai peran dalam membentuk pembangunan manusia. Melihat pengaruh hereditas pada studi kembar identik, tes kecerdasan menunjukkan: ketika kembar yang dibesarkan secara terpisah dalam pengaturan sosial, skor yang diperoleh akan sama. Sedangkan,
ketika kembar yang dibesarkan secara terpisah dalam pengaturan sosial yang berbeda secara dramatis, akan menghasilkan skor yang berbeda. 

2.  The Self and Socialization

Pendekatan sosiologi terhadap diri sendiri:
  • Self      : identitas yang berbeda yang membedakan kita dari orang lain.
  • Cooley: Looking-Glass Self menyatakan bahwa kita belajar siapa diri kita dengan berinteraksi dengan orang lain.Pandangan kita tentang diri kita berasal dari kontemplasi kualitas pribadi dan kesan kita tentang bagaimana orang lain memandang kita

 Mead: Stages of the Self 

  • Play Stage: anak-anak mengembangkan keterampilan dalam berkomunikasi melalui simbol-simbol.
  • Game Stage: mempertimbangkan beberapa tugas yang sebenarnya dan hubungan simultan (pada anak usia 8 atau 9 tahun).
  • Preparatoty Stage: anak-anak meniru orang-orang di sekitar mereka.

Sociological Approaches to the Self

  • Mead: Stages of the Self
Diri  dimulai dengan istimewa, memiliki posisi sentral dalam dunia seseorang. Sebagai orang dewasa, diri akan berubah dan mulai mencerminkan perhatian yang lebih besar tentang reaksi orang lain.
Simbol                    : gerakan, benda, dan bahasa yang membentuk dasar komunikasi manusia.
Pengambilan Peranproses mental dengan asumsi perspektif lain.
Hal-Hal Lain Yang Disamakan: sikap, pandangan, dan harapan masyarakat secara keseluruhan bahwa anak memperhitungkan.
Hal Signifikan Lain:  individu yang paling penting dalam pengembangan diri.

  • Goffman: Presentation of the Self
Impression Management: individu belajar untuk menonjolkan presentasi diri untuk menciptakan penampilan yang khas dan memuaskan penonton tertentu.
Face-work:  diperlukan untuk mempertahankan citra diri yang tepat untuk melanjutkan interaksi sosial.


Psychological Approaches to the Self 

  • Menurut Freud : Diri adalah produk sosial, bagaimanapun, naluri impulsif alami dalam konflik konstan dengan kendala sosial.Kepribadian dipengaruhi oleh orang lain terutama kedua orang tua.
  • Menurut Piaget :Teori kognitif mengidentifikasi 4 tahap dalam pengembangan proses berpikir anak-anak. Interaksi sosial adalah kunci untuk berkembang.

3. Socialization and the Life Course

Melihat  tentang faktor-faktor sosial yang mempengaruhi orang-orang disepanjang hidupnya. Kita akan bertemu dengan kesulitan,seperti :

  • Rites of Passage: sarana mendramatisir dan memvalidasi perubahan status seseorang.
  • Anticipatory Socialization: proses sosialisasi di mana seseorang "berlatih" pekerjaan masa depan dan hubungan sosial.
  • Resocialization: Proses membuang pola perilaku yang lama dan menerima yang baru sebagai transisi dalam kehidupan seseorang.
  • Total Institution: institusi-penjara, militer, rumah sakit jiwa, atau biara-yang mengatur semua aspek kehidupan seseorang di bawah otoritas tunggal.
  • Degradation Ceremony: ritual di mana individu menjadi sekunder dan agak tak terlihat dalam lingkungan sosial yang dominan.

4. Agents of Socialization

  • Keluarga : sangat berperan dalam mensosialisasikan anak ke lingkungan dan memberikan pengaruh melalui kebudayaan. Peran Gender adalah harapan mengenai perilaku yang tepat, sikap, dan kegiatan pria dan wanita.
  • Sekolah: mengajarkan nilai-nilai pada anak dan kebiasaan masyarakat yang lebih luas.
    Anak-anak tradisional disosialisasikan ke peran gender konvensional.
  • Teman Sebaya: semakin dewasa anak-anak, teman sebaya semakin berperan.
  • Media Massa dan Teknologi : teknologi mensosialisasikan keluarga ke multitasking sebagai norma sosial.
  • Tempat Bekerja: Belajar untuk berperilaku tepat dalam pengaturan kerja adalah aspek fundamental dari sosialisasi manusia. Sosialisasi di tempat kerja melibatkan empat tahap,yaitu:
    pilihan karir,sosialisasi antisipatif ,conditioning & komitmen berkelanjutan
    .
  • Agama dan Negara :  Pemerintah dan agama yang terorganisasi memberikan dampak melalui aturan-aturan.

5.  Social Policy and Socialization

Pelayanan Anak 
Menurut pandangan sosiologi, kualitas pelayanan anak di luar rumah mencerminkan tingkat mikro analisis disukai oleh interaksionis.Fungsionalis pelayanan anak dari perspektif analisis tingkat makro keluarga sebagai lembaga sosial. Biaya perawatan merupakan beban bagi keluarga kelas bawah. Perspektif feminis menimbulkan pertanyaan tentang status rendah dan upah pekerja perawat anak. Kebijakan mengenai perawatan anak di luar rumah bervariasi di seluruh dunia.Ketika pembuat kebijakan memutuskan bahwa perawatan anak yang diinginkan, mereka harus menentukan sejauh mana wajib pajak dapat mensubsidi anak itu.


II. Social Interaction & Reality

Interaksi sosial merupakan tanggapan kita terhadap perilaku seseorang didasarkan pada melekat atau tidaknya kita terhadap tindakannya. Kemampuan untuk mendefinisikan realitas sosial mencerminkan kekuatan kelompok dalam masyarakat. 

1. Elements of Social Structure
  • Status: Mengacu pada salah satu posisi yang didefinisikan secara sosial dalam kelompok besar atau masyarakat
  • Ascribed Status: seseorang lahir dengan status tertentu.
  • Achieved Status: status yang didapatkan atau diraih.
  • Master Status: status yang mendominasi orang lain dan menentukan posisi umum seseorang dalam masyarakat.
  • Peran Sosial: sekelompok harapan bagi orang-orang yang menempati status yang diberikan.
  • Role Conflict: terjadi ketika harapan tidak kompatibel timbul dari dua atau lebih posisi sosial yang diselenggarakan oleh orang yang sama. 
  • Role Strain: Kesulitan yang muncul ketika posisi sosial yang sama memaksakan tuntutan yang saling bertentangan dan harapan.
  • Role Exit: proses pelepasan dari peran yang merupakan pusat identitas seseorang untuk membangun peran baru.
  • Groups: sejumlah orang dengan norma-norma yang sama, nilai-nilai, dan harapan yang berinteraksi satu sama lain secara teratur.
  • Social Network: serangkaian hubungan sosial yang menghubungkan orang secara langsung kepada orang lain, dan secara tidak langsung menghubungkan dia dengan orang lebih banyak.
  • Networking: keterlibatan dalam jaringan sosial; keterampilan berharga ketika berburu pekerjaan.
  • Social Institutions: pola keyakinan terorganisir dan perilaku yang berpusat pada kebutuhan sosial dasar.
Pandangan fungsionalis meliputi 5 tugas utama yang harus dilaksanakan oleh sekelompok masyarakat: 
a) Mengganti personil
b) Melatih anggota baru
c) Memproduksi dan mendistribusikan barang dan jasa
d) Melestarikan
e) Menyediakan dan memelihara suatu tujuan 
Pandangan konflik yaitu, lembaga-lembaga utama membantu menjaga hak-hak individu yang paling kuat dan kelompok dalam masyarakat. Institusi sosial memiliki sifat inheren konservatif
serta, beroperasi di lingkungan gender dan rasis
.

Pandangan interaksionis yaitu, institusi sosial mempengaruhi perilaku kita sehari-hari dan perilaku sosial dikondisikan oleh peran dan status.


2.  Social Structure in Global Perspective 

  • Durkheim's :
Mechanical Solidarity: mengacu pada kesadaran kolektif yang menekankan solidaritas kelompok, menyiratkan bahwa semua individu melakukan tugas yang sama.

Organic Solidarity: mengacu pada kesadaran kolektif yang bergantung pada kebutuhan anggota masyarakat memiliki satu sama lain.
  • Tönnie’s : 
Gemeinschaft: komunitas kecil di mana orang memiliki latar belakang dan pengalaman hidup yang sama.

Gesselschaft: komunitas besar di mana satu dengan yang lain tidak mengenal dan merasa sedikitnya kesamaan dengan warga masyarakat lainnya. 

  • Lenski’s Sociocultural Evolution Approach
Melihat masyarakat manusia yang mengalami perubahan sesuai dengan pola-sosiokultural evolusi dominan. Tingkat masyarakat tentang teknologi penting untuk diorganisir. Pada zaman praindustri, ditemukan cara berburu dan menemukan dimana orang bergantung pada apa pun makanan dan serat sudah tersedia.Sedangkan pada masyarakat industri, tergantung pada mekanisasi untuk memproduksi barang dan jasa mereka. Penemuan dan sumber energi sangat diandalkan dan dapat mengubah fungsi keluarga sebagai unit yang lebih mandiri. Dalam masyarakat pascaindustri, sistem ekonomi bergerak terutama dalam pengolahan dan pengendalian informasi. Sedangkan, masyarakat pascamodern masyarakat akan sibuk dengan teknologi yang canggih. 


III. Stratification & Social Mobility in the US

1. Understanding Stratification

Systems of Stratification
  • Ascribed Status: posisi sosial yang ditugaskan ke orang tanpa memperhatikan karakteristik atau bakat unik orang tersebut.
  • Achieved Status: posisi sosial dicapai oleh orang terutama melalui upaya diri sendiri.
  • Slavery: bentuk paling ekstrim dari ketimpangan sosial yang dilegalisir.
  • Kasta: sistem turun-temurun dari peringkat, biasanya agama didikte, yang cenderung tetap dan bergerak.
  • Estate System: berhubungan dengan masyarakat feodal pada abad pertengahan.

Social Classes

Class System adalah ranking sosial yang terutama didasarkan pada posisi ekonomi yang dicapai karakteristik dapat mempengaruhi mobilitas sosial. Rossides (1997) membagi sistem kelas menjadi 5,yaitu: 
  • Upper class             
  • Upper-middle class         
  • Lower-middle class
  • Working class
  • Lower class

Perspectives on Stratification 
--Pandangan Karl Marx terhadap perbedaan sistem kelas menyatakan bahwa hubungan sosial tergantung pada siapa yang mengontrol modus utama produksi.
  • Kapitalisme merupakan sistem ekonomi di mana alat-alat produksi yang diadakan sebagian besar di tangan swasta dan insentif utama untuk kegiatan ekonomi adalah akumulasi keuntungan.
  • Class Consciousness merupakan  kesadaran subjektif dari kepentingan umum dan kebutuhan untuk aksi politik kolektif untuk membawa perubahan.
  • False Consciousness merupakan sikap yang dipegang oleh anggota kelas yang tidak secara akurat mencerminkan posisi tujuan mereka.
-- Pandangan Max Weber terhadap stratifikasi adalah tidak ada karakteristik tunggal yang benar-benar mendefinisikan posisi seseorang dengan sistem stratifikasi
  • Status Kelompok: orang yang memiliki prestise atau gaya hidup yang sama
  • Kelas: sekelompok orang yang memiliki tingkat  kekayaan dan pendapatan yang sama.
  • Kekuasaan: kemampuan untuk melaksanakan kehendak seseorang atas orang lain.
2. Perspective of Stratifications
  • Pandangan Interaksionis: tertarik dengan pentingnya kelas sosial dalam membentuk gaya hidup seseorang.
  • Pandangan Fungsionalis: ketimpangan sosial yang diperlukan sehingga orang akan termotivasi untuk mengisi posisi fungsional penting. Tidak menjelaskan jarak besar antara yang kaya dan miskin.
  • Pandangan Konflik: manusia mudah terkena konflik terutama tentang kekayaan, status dan kekuasaan. Sumber utama stratifikasi dari ketegangan sosial dan konflik akan mengarahkan kepada ketidakstabilan dan perubahan sosial.
  • Pandangan Lenski: dengan adanya kemajuan teknologi, masyarakat menjadi mampu menghasilkan surplus yang cukup besar. Sumber daya surplus sangat memperluas kemungkinan ketidaksetaraan status, pengarah, dan kekuasaan.


3. Stratification by Social Class

Mengukur kelas sosial dengan metode objektif dengan melihat kelas dengan kategori statistik yang berdasarkan pada kedudukan, pendidikan, penghasilan dan tempat tinggal.
- Prestige: rasa hormat dan kagum pendudukan berlaku dalam masyarakat.
- Esteem: reputasi tertentu orang telah menerima dalam suatu pekerjaan.
-Absolute poverty: tingkat minimum subsistensi bahwa tidak ada keluarga yang harus hidup di bawah.
- Relative poverty: standard mengambang dimana orang-orang di bagian bawah masyarakat yang dinilai sebagai yang dirugikan dibandingkan dengan bangsa secara keseluruhan. Orang yang miskin bukan berasal dari kelas sosial statis. Menurut Gans, kemiskinan dan miskin memenuhi fungsi positif bagi banyak kelompok non miskin. 


4. Social Mobility
Merupakan gerakan individu atau kelompok dari satu posisi dalam sistem stratifikasi suatu masyarakat yang lain.
-Open System: posisi setiap individu dipengaruhi oleh posisi yang dicapai seseorang

-Closed System: memungkinkan sedikit atau tidak ada kemungkinan bergerak naik.
Tipe-tipe mobilitas sosial,yaitu: 

  • Horizontal Mobility:gerakan dalam kisaran yang sama prestise..
  • Vertical Mobility:perpindahan dari satu posisi ke posisi lain dari peringkat yang berbeda.
  • Intragenerational Mobility: perubahan posisi sosial dalam kehidupan dewasa seseorang.

5. Social Policy
 Sebagian besar negara mencurahkan proporsi yang lebih tinggi dari pengeluaran untuk:  
  • perumahan
  • jaminan sosial
  • kesejahteraan
  • perawatan kesehatan
  • pengangguran kompensasi


Refleksi diri, manusia merupakan mahluk sosial yang membutuhkan orang lain dalam hidupnya. Dari mulai sejak kecil diajarkan bagaimana cara bersosialisasi dalam keluarga yang merupakan dasar pengetahuan tentang bagaimana bersosialisasi yang pelahan-lahan akan berkembang seiring berjalannya waktu dan seiring dengan lingkungan yang berubah-ubah. Sosialisasi dapat dilakukan tidak hanya secara langsung, secara tidak langsung pun bisa dilakukan dengan memanfaatkan teknologi yang ada seperti BBM,Line,dst. Agama dan Negara ikut berperan dalam bagaimana seharusnya kita bersikap yang baik di lingkungan sosial. melalui nila-nilai dan aturan yang berlaku.


 Sumber:

1. Binusmaya. Human Socialities: Socialization, Social Interaction, and Social Mobility. diunduh tanggal 10-4-2014.

 




 

Senin, 14 April 2014

Human Organizations: Groups, Families, Communities, Cities, and States


I. Groups

Sejumlah orang dengan norma, nilai dan harapan yang sama, yang juga berinteraksi secara teratur.

1. Jenis-jenis group:
  • Primary group: kelompok kecil yang bersifat intim, berasosiasi secara langsung dan bekerjasama.
  • Secondary group: kelompok formal dan impersonal, yang kurang keintiman dan sikap saling mengerti
  • In-groups: setiap kelompok dimana anggotanya merasa bahwa dirinya termasuk kelompok tersebut.
  •  Out-groups: setiap kelompok dimana anggotanya merasa bahwa dirinya tidak termasuk dalam kelompok tersebut.
  • Reference group:  seorang individu yang menggunakan satu kelompok sebagai acuan untuk mengevaluasi perilaku mereka sendiri.
                            

2. Small group

Kelompok yang cukup kecil yang semua anggotanya dapat berinteraksi secara bersamaan. Dibagi menjadi dua,yaitu dyad ( beranggotakan dua orang) dan triad (kelompok beranggotakan tiga orang).
Semakin sedikit anggota nya, semakin besar kesempatan untuk berinteraksi.


3. Formal Organizations and Bureaucracies 

Formal organization: kelompok yang dirancang dengan tujuan tertentu dan terstruktur untuk efisiensi yang maksimum.Di Amerika, organisasi formal yang dapat memenuhi berbagai kebutuhan sosial dan pribadi.

Bureaucracy:  organisasi formal yang menggunakan aturan dan hirarkis peringkat untuk mencapai efisiensi. Menurut Weber, tipe birokrasi ideal itu membangun atau mengevaluasi kasus-kasus tertentu. Ciri-ciri birokrasi,yaitu:
  • Pembagian kerja: setiap orang memiliki keahlian untuk melakukan tugas tertentu.
  • Kewenangan hirarki: setiap posisi di bawah pengawasan otoritas yang lebih tinggi.
  • Aturan dan peraturan tertulis : aturan dan peraturan yang menjamin kinerja seragam setiap tugas, yang menjanjikan kontinuitas.
  • Sifat umum: norma-norma birokrasi mendikte pejabat melakukan tugas tanpa pertimbangan pribadi kepada orang-orang sebagai individu.
  • Pekerjaan berdasarkan kualifikasi teknis: Menurut Peter Principle, setiap karyawan dalam hirarki level ketidakmampuannya cenderung naik.
Bureaucratization as Process: proses dimana kelompok, organisasi, atau gerakan sosial menjadi semakin birokratis.
Iron Law of Oligarchy: organisasi demokratis dapat berkembang menjadi birokrasi yang diperintah oleh beberapa orang.


4.Birokrasi dan Budaya Organisasi 

Classical theory: Pendekatan ini juga dikenal sebagai manajemen ilmiah dimana motivasi utama pekerja adalah imbalan ekonomi.
Human relations approach: menekankan pada peran orang masing-masing, komunikasi, dan partisipasinya dalam birokrasi.

5. The Postmodern Job

Telecommuters: karyawan yang bekerja penuh/paruh waktu di rumah daripada di kantor.Jumlah telecommuters meningkat dari 8,5 juta pada tahun 1995 menjadi 40 juta pada tahun 2008.

6. Electronic Communication 
Menggunakan e-mail untuk berkomunikasi lebih cepat dan demokratis. Komunikasi elektronik memberi kontribusi signifikan pada fragmentasi pekerjaan.


II. Families.

Sekelompok orang yang mempunyai ikatan darah, pernikahan, atau hubungan yang disepakati atau adopsi yang saling bertanggung jawab  untuk bereproduksi dan merawat anggota masyarakat.

  • Polygamy: ketika seorang individu memiliki beberapa suami atau istri secara bersamaan
  • Polygyny: ketika seorang pria yang menikah, mempunyai istri lebih dari satu dalam waktu bersamaan.
  • Polyandry: ketika seorang wanita yang menikah, mempunyai suami lebih dari satu dalam waktu bersamaan.

1. Bentuk Keluarga

  • Nuclear Family: keluarga inti yang terbentuk dari sepasang suami-istri dan anak-anaknya.
    Picture 2.1 contoh nuclear family
  • Extended Family: keluarga di mana kerabat tinggal di rumah yang sama dengan orang tua dan anak-anak mereka seperti nenek, kakek,paman,bibi dan sepupu.
    Picture 2.1 contoh extended family



 2. Kepada Siapa Kita Terkait?
  • Bilateral Descent:kedua sisi keluarga seseorang dianggap sama pentingnya.
  • Patrilineal descent: hanya keluarga ayah saja yang penting.
  • Matrilineal descent: hanya keluarga ibu saja yang penting.

3. Siapakah Yang Memimpin?
  • Patriarchy: laki-laki diharapkan untuk mendominasi dalam semua pengambilan keputusan dalam keluarga.
  • Matriarchy: wanita memiliki kewenangan yang lebih besar daripada laki-laki
  • Egalitarian family:  keluarga di mana pasangan dianggap sama, tidak ada yang dominan.

4. Fungsi Keluarga 

Untuk perlindungan, bersosialisasi, reproduksi, peraturan perilaku sosial dan peemberian status sosial.


5. Perpektif Terhadap Keluarga
  • Conflict View: keluarga yang mencerminkan ketimpangan kekayaan dan kekuasaan yang ditemukan dalam masyarakat.Suami memegang kekuasaan dan kewenangan dalam keluarga.
  • Interactionist View: fokus pada tingkat mikro keluarga dan hubungan intim lainnya tertarik pada bagaimana individu berinteraksi satu sama lain.
  • Feminist View: keluarga di mana tidak ada pria dewasa hadir secara otomatis menjadi perhatian.Kaum feminis menekankan perlunya untuk menyelidiki topik yang diabaikan dalam studi keluarga.
  •  Functionalist View: keluarga sebagai fasilitator untuk stabilitas sosial.

6. Pernikahan & Keluarga

Dalam memilih pasangan hidup, ada 4 aspek,yaitu:
  • Endogamy: endogami menentukan kelompok di mana pasangan harus ditemukan dan melarang perkawinan dengan anggota kelompok lainnya.
  •  Exogamy:Eksogami membutuhkan pemilihan pasangan di luar kelompok-kelompok tertentu, biasanya keluarga sendiri atau kerabat tertentu.
  • Incest Taboo:norma sosial umum untuk hampir semua masyarakat yang melarang hubungan seksual antara hubungan tertentu budaya tertentu.
  • Homogamy: sadar atau tidak sadar kecenderungan untuk memilih pasangan dengan karakteristik pribadi yang mirip dengan sendiri seseorang.

7. Variasi dalam Kehidupan Keluarga & Hubungan Intim

Kelas sosial atas menekankan garis keturunan dan pemeliharaan posisi keluarga; keluarga kelas bawah cenderung memiliki satu orangtua di rumah, dan anak-anak biasanya memikul tanggung jawab orang dewasa. Kelompok ras dan etnis juga sangat mempengaruhi kehidupan keluarga.

8. Pola Asuh Anak di Kehidupan Keluarga

  • Parenthood and Grandparenthood: salah satu yang paling penting peran orang tua adalah sosialisasi anak. Apabila ada anak-anak dewasa berdiam diri didalam rumah, akan menjadi Boomerang generation or full-nest syndrome.    
  • Adoption: proses yang memungkinkan untuk transfer hak dan tanggung jawab secara hukum untuk orang tua baru yang sesuai dengan hukum.
  • Dual-Income Families: ketika kedua orang tua bekerja dan mempunyai penghasilan masing-masing.
  • Single-Parent Families: ayah/ibu yang membesarkan anak tanpa pasangan.
  • Stepfamilies: meningkatnya tingkat perceraian dan pernikahan menyebabkan peningkatan yang signifikan terhadap hubungan keluarga tiri.  

9. Perceraian
  
Angka perceraian meningkat pada akhir 1960-an dan mengalami penurunan sejak akhir 1980-an.
Sekitar 63% dari semua perceraian di AS menikah kembali.

Faktor -faktor terjadinya perceraian,yaitu:
  •  Penerimaan sosial lebih besar dari perceraian
  • Hukum perceraian yang lebih liberal
  • Anak-anak sedikit
  • Pendapatan keluarga yang lebih besar
  • Lebih banyak kesempatan bagi perempuan  

10. Keanekaragaman Gaya Hidup
  •  Kohabitasi
  • Memilih untuk single
  • Pernikahan tanpa anak-anak
  • Hubungan lesbian dan gay 

11. Kebijakan Sosial & Keluarga

Gay Marriage
Picture 2.2 Pasangan Gay


 
Picture 2.3 Pasangan Lesbian

Ide pernikahan sesama jenis di AS dianggap sebagai serangan terhadap pernikahan tradisional.Vermont memberikan pasangan gay kebebasan menikah melalui sipil. Pengadilan Massachusetts menyatakan bahwa pasangan gay berhak untuk menikah. Secara fungsionalis,pandangan agama terhadap perkawinan tidak dapat diabaikan.Tetapi, secara interaksional fokus pada dukungan keluarga, rekan kerja, dan teman-teman.


 12. Pernikahan & Hak Yang Diterima

Edmund Leach berpendapat bahwa ada beberapa jenis hak yang diterima dari pernikahan:


  • Pernikahan dapat menyatakan orang tua yang sah atas seorang anak.
  • Pernikahan dapat memberikan fungsi seksualitas antar kedua pasangan.
  • Pernikahan dapat memberikan salah satu dari hak-hak kedua pasangan untuk menjadi tenaga kerja, membangun keuangan bersama untuk kepentingan keluarga/anak-anak.
  • Pernikahan memberikan hak kedua pasangan terhadap barang milik individual.
  • Pernikahan dapat membangun hubungan sosial yang signifikan antara pasangan dan keluarga mereka. 
Incest and Exogamy


  • Exogamy: mencari pasangan diluar kelompok sendiri. Jaringan sosial ini memaksa orang untuk membuat jaringan sosial yang luas. Juga  memelihara, membantu, dan melindungi kelompok seseorang selama masa kebutuhan.
  • Incest: mengacu pada hubungan seksual dengan kerabat dekat.Secara kebudayaan universal, incest bersifat tabu. Hubungan seksual dengan sepupu merupakanparalel incest, karena mereka berasal dari generasi yang sama dan kelompok keturunan yang sama. sedangkan,hubungan seksual dengan lintas sepupu bukan merupakan incest karena mereka termasuk kelompok yang berlawanan atau bagian.
  
Pola perkawinan manusia didasarkan pada keyakinan budaya tertentu daripada kecemasan universal tentang degenerasi biologis beberapa generasi di masa depan.Malinowski (dan Freud) berpendapat bahwa tabu incest berasal dari perasaan seksual yang jauh secara langsung dari keluarga seseorang untuk menghindari mengganggu struktur keluarga dan hubungan.Teori yang berlawanan berpendapat bahwa orang cenderung akan tertarik secara seksual kepada orang-orang dengan siapa mereka telah dewasa.

 Endogamy
 Endogami dapat dilihat  berfungsi untuk mengekspresikan dan mempertahankan perbedaan sosial, terutama dalam masyarakat yang mempunyai tingkatan. Homogamy adalah  menikahi seseorang yang setara atau memiliki kesamaan dalam hal latar belakang, status sosial, aspirasi, dan kepentingan. India adalah salah satu yang menganut sistem endogami.

Royal Incest 
Keluarga kerajaan dalam budaya secara luas beragam telah terlibat dalam apa yang akan disebut incest, bahkan dalam budaya mereka sendiri. Fungsi Manifest: alasan yang diberikan untuk kustom oleh penduduk asli nya. Fungsi laten: efek kustom memiliki yang tidak secara eksplisit diakui oleh penduduk asli.

Brideawealth 
Mas kawin merupakan hadiah dari kerabat suami untuk istri, yang menstabilkan pernikahan dengan bertindak sebagai asuransi terhadap perceraian.


III. Comunities

Komunitas adalah sebuah kelompok sosial dari beberapa organisme yang berbagi lingkungan, umumnya memiliki ketertarikan dan habitat yang sama. Dalam komunitas manusia, individu-individu di dalamnya dapat memiliki maksud, kepercayaan, sumber daya, preferensi, kebutuhan, risiko dan sejumlah kondisi lain yang serupa.Menurut Crow dan Allan, Komunitas dapat terbagi menjadi 3 komponen:
  • Berdasarkan Lokasi atau Tempat: wilayah atau tempat sebuah komunitas dapat dilihat sebagai tempat dimana sekumpulan orang mempunyai sesuatu yang sama secara geografis.
  • Berdasarkan Minat:sekelompok orang yang mendirikan suatu komunitas karena mempunyai ketertarikan dan minat yang sama, misalnya agama, pekerjaan, suku, ras, maupun berdasarkan kelainan seksual.
  • Berdasarkan Komuni:komuni dapat berarti ide dasar yang dapat mendukung komunitas itu sendiri.

1. Urbanization

Industrial & Post Industrial Cities


  • Kota Industri cenderung lebih padat penduduknya dan kompleks dibanding pendahulunya.
  • Kota Pascaindustri dalam hal keuangan globalnya dan aliran informasi elektronik mendominasi perekonomiannya.
  • Urbanisme adalah pemukiman yang relatif besar dan permanen menyebabkan pola perilaku yang khas.
  • Megalopolis adalah daerah metropolitan yang menyebar begitu jauh sehingga mereka terhubung dengan pusat-pusat perkotaan lainnya.
Preindustrial Cities

Dalam perbatasan ini, hanya ada beberapa ribu orang yang tinggal menetap. Ditandai dengan sistem kelas yang relatif tertutup dan dengan mobilitas sosial yang terbatas. Status biasanya didasarkan pada karakteristik dan pendidikan.Kelompok dalam perbatasan ini kecil karena mereka masih mempunyai ketergantungan pada tenaga hewan, tingkat surprlus sederhana, permasalahan dalam transportasi dan penyimpanan makanan.


2. Jenis-jenis komunitas

  • Pusat Kota
Gans membedakan 5 jenis yang ditemukan di kota-kota seperti kosmopolit, orang yang tidak mempunyai anak/belum menikah, desa etnis ,orang yang dirampas dan terjebak.Masalah yang dihadapi adalah kriminalitas,polusi, masalah pendidikan dan transportasi yang kurang memadai.

  • Asset-Based Community Development (ABCD)
Pemimpin, pembuat kebijakan, dan pendukung mengidentifikasi kekuatan masyarakat dan kemudian berusaha untuk memobilisasi aset tersebut. Membantu masyarakat mengenali sumber daya manusia yang mungkin mereka abaikan.
  • Pinggiran Kota 
Komunitas apa saja yang dekat kota. Ada tiga faktor sosial yang membedakan pinggiran kota dari kota,seperti tidak terlalu padat, adanya ruang pribadi dan kode bangunan yang lebih menuntut. Sebagian besar masyarakat pinggiran kota berpenghasilan rendah dari semua latar belakang.
  • Masyarakat Pedesaan 
Seperempat dari penduduk tinggal di kota-kota dari 2.500 orang atau kurang yang tidak berdekatan dengan kota.Pertanian hanya menyumbang 9% dari tenaga kerja di negara non-perkotaan.


3. Kebijakan sosial

Tunawisma ditemukan pada negara-negara maju dan berkembang Pada tahun 1998, di daerah perkotaan saja, 600 juta orang di seluruh dunia entah tunawisma atau tidak mempunyai tempat tinggal yang layak.Sosiolog atribut tunawisma di negara-negara berkembang untuk ketimpangan pendapatan dan pertumbuhan penduduk.Masalah yang kini dihadapi seperti sebagian besar pembuat kebijakan konten untuk mengarahkan tunawisma sampai besar, penuh sesak, dan tempat penampungan yang tidak sehat .Tunawisma tidak mendapatkan tempat penampungan yang mereka butuhkan Kurangnya kekuatan politik untuk mendapatkan perhatian dari para pembuat kebijakan.



IV. First Cities & States

1. Atribut Negara

Sebuah negara adalah masyarakat dengan pemerintahan pusat formal dan pembagian masyarakat kedalam kelas-kelas (elit, rakyat jelata & budak). Sebuah negara mengontrol wilayah daerah tertentu. Negara awal berekonomi pertanian produktif. Ekonomi pertanian biasanya melibatkan beberapa kontrol air atau irigasi. Negara awal telah memaksakan bangunan publik dan arsitektur, termasuk kuil, istana dan gudang. Negara awal mengembangkan beberapa bentuk sistem pencatatan biasanya dalam naskah tertulis.

2. Masyarakat Egaliter

Biasanya ditemukan di antara pemburu dan suku. Masyarakat ini tidak memiliki perbedaan status kecuali yang didasarkan pada usia, jenis kelamin dan kualitas individu seperti bakat dan prestasinya. Semua orang dilahirkan sama, tetapi selama hidup mereka akan mencapai status yang berbeda.



3. Masyarakat Peringkat
Masyarakat ini memiliki ketidaksetaraan turun-temurun tetapi tidak memiliki stratifikasi sosial. Tidak semua masyarakat adalah peringkat chiefdom, hanya mereka yang ada adalah hilangnya otonomi desa disebut chiefdom.

4. Candi & Penulisan
Candi berhasil menggiring, pertanian, manufaktur dan perdagangan.Metalurgi adalah pengetahuan tentang sifat-sifat logam. Smelting adalah proses menggunakan suhu tinggi untuk mengekstrak logam murni dari biji. Setelah 5,000 B.P, metalurgi berkembang pesat. Zaman besi dimulai sekitar 3,200 B.P.

5. Penduduk, Perang & Batasan
Teori multivariat untuk pembentukkan negara dalam hal itu menggabungkan tiga faktor bekerja sama bukan penyebab tunggal. Menurut Carneiro, dimana atau kapanpun adanya batasan lingkungan, meningkatnya jumlah penduduk dan perang yang ada, pembentukan negara akan dimulai. Lingkungan fisik dibatasi meliputi pulau-pulau kecil, dataran sungai, oasis & lembah. Batasan sosial terjadi ketika masyarakat memblokir ekspansi, emigrasi atau akses ke sumber daya.

6. Penyebab Keruntuhan Negara
  • Invasi
  • Penyakit
  • Degradasi lingkungan
Menurut Mashkan-Sapir, negara runtuh ketika mereka gagal melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan seperti menjaga ketertiban sosial, melindungi diri terhadap orangluar dan memungkinkan orang untuk memberi makan kepada dirinya sendiri.

Refleksi kali ini mengenai Tunawisma, menurut saya pemerintah seharusnya menyediakan fasilitas yang layak untuk tunawisma khususnya di Indonesia. Saya melihat banyak orang tua dan anak-anak yang tinggal di tempat yang tidak layak, rata- rata tempat dengan sanitasi buruk yang dapat menyebabkan penyakit bagi mereka. Dengan adanya fasilitas yang layak, pemerintah juga mendapat keuntungan karena mempunyai negara yang tertata rapih contohnya dengan tidak adanya rumah di bantaran sungai yang dapat menyebabkan bencana banjir.


Sumber:

1. Binusmaya. Human Organizations: Groups, Families, Communities, Cities, and States. Diunduh pada tanggal 12 April 2014.

2. Wikipedia. Komunitas . Diunduh pada tanggal 14 April 2014. 
http://id.wikipedia.org/wiki/Komunitas