" Tantangan Mendidik Anak Di Era Globalisasi"
Hidup pada era global menuntut individu untuk siap menghadapi kecanggihan perkembangan teknologi yang sangat cepat dan pesat. Perkembangan teknologi sangat pesat menuntut gaya hidup individu yang dinamis dan siap untuk berubah. Untuk mempersiapkan hidup masa depan di era global yang penuh tantangan, individu sebaiknya memiliki konsep diri yang positif dengan sikap aktif, inovatif dan kreatif. Kedepannya periaku individu akan mempengaruhi bagaimana individu tersebut menafsirkan pengalaman hidupnya. Pengalaman hidup mengarah pada pandangan dan gaya hidup seseorang.Bila individu memandang konsep dirinya rendah, maka ia akan mundur dan merasa tidak memiliki kemampuan untuk mengerjakan sesuatu. begitu pula sebaliknya, apabila individu merasa yakin dan tertantang, maka ia akan mencoba berpikir positif untuk menyelesaikan tugas tersebut.
Dalam proses edukasi pada era global para pendidik perlu menermati cara-cara memupuk kemampuan anak untuk menyikapi dan memandang dirinya secara positif agar ia memiliki konsep diri yang positif. Berikan anak tersebut kesempatan untuk maju menghadapi berbagai kegiatan yang sesuai dengan karakteristik anak tersebut. Ajak anak untuk berpikir realistis dan positif dengan dukungan dari pendidik. Pada era global obsesi pendidik yang memandang anak sebagai gambaran dirinya juga sikap orang tua yang kurang memahami karakteristik anaknya perlu dikikis,karena akan menyebabkan anak merasa kurang mampu dan akhirnya anak akan mengundurkan diri.
Di era sekarang para pendidik sebaiknya "berteman" dengan teknologi, daripada "memusuhi" dan tidak mengijinkan anak-anaknya menggunakan teknologi. selama ini yang didengar para pendidik hanya sisi negatif dari teknologi tanpa memberikan pengertian yang seimbang mengenai manfaat dan tindakan preventifnya yang dikarenakan minimnya pengetahuan mereka tentang penggunaan teknologi untuk anak-anak.Berikut adalah tips untuk para orang tua dan para pemerhati keluarga juga para insan yang bergumul dalam pendidikan.
1. Belajar dan Mengenal TIK ( Teknologi Informasi dan Komunikasi)
Kita harus belajar tentang TIK, dengan begitu kita akan mengenal lebih dalam gadget yang dimiliki dan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan positif. sebagai orang tua , cobalah manfaatkan gadget untuk mencari informasi yang positif tentang pengetahuan agama, perkembangan anak, keluarga atau informasi yang menunjang pengembangan profesi.
2. Menyaring dan Menyeleksi Kontennya dan Melakukan Pendampingan
Mengupayakan untuk melakukan pengaturan device agar tidak menampilkan konten yang membahayakan bagi anak, juga tidak lupa untuk selalu mendampingi anak ketika mereka menggunakan gadget.
3. Kendalikan Waktu Akses, Ajak Anak Bermain dan Berinteraksi Tanpa Mesin
Sebagai orang tua, usahakan membangun kedisiplinan waktu akses anak-anak menggunakan gadgetnya dengan cara membuat kesepakatan. Usahakan agar mereka tidak terlalu lama mengakses gadget setiap harinya dan sebagai orang tua kita harus mengendalikannya. Singkirkan gadget ketika berkumpul bersama keluarga agar interaksi terjadi secara optimal, upayakan untuk berkomunikasi secara manual, ajak mereka berdiskusi, berdialog dan tanya jawab. Sehingga anak-anak dapat memiliki keterampilan berkomunikasi secara verbal di masa depan.
4. Pelajari Apa Yang Bermanfaat dari Teknologi, Mulai dari Kita sebagai Orang Tua
Kita sebagai orang tua harus menjadi role model dalam pemanfaatan gadget yang bijak. Tanpa mengetahui manfaatnya untuk diri kita, maka kita akan sulit membuat anak kita bermanfaat dengan gadgetnya.
Mendidik anak di jaman Wire Generation jauh berbeda dengan jaman kita masih kecil dulu, saat ini anak pasti tidak jauh dari kegiatan yang berhubungan dengan Internet. Cara mendidik anak di era ini sebagai berikut:
1. Kontrol Terhadap Beberapa Media
Media yang harus dikontrol agar tidak terjadi hal-hal yang dapat merusak anak-anak adalah:
a) Internet
b) Games
c) Film/Sinetron/DVD
d) Komik
e) Iklan
2. Melakukan Kontrol dan Menguasai Teknologi sebagai Suatu Solusi
Ada dua hal penting yang menaklukan tantangan pendidikan di era digital. Hal pertama adalah kita sebagai orang tua menguasai tentang teknologinya, karena jika kita kurang terampil makan kita akan kesulitan dalam mendampingi anak. Hal yang kedua adalah kontrol (monitoring) segala konten dan media yang di akses oleh anak.
Mungkin belakangan ini sering terlihat fenomena di mana suatu keluarga yang sedang berkumpul, tetapi mereka sibuk dengan gadget masing-masing. Fenomena ini terjadi karena kurangnya komunikasi verbal/ langsung terhadap sesama anggota keluarga. Kurangnya komunikasi adalah salah satu hal yang akan kita sulit untuk mengontrol dan memonitor anak dalam menggunakan teknologi. Yang dapat menimbulkan malah seperti: kecanduan pornografi. Agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, maka ada beberapa sikap yang disarankan sebagai orang tua terhadap anak, antara lain:
- Tahu perkembangan tekologi, jangan sampai kalah dengan anak. Karena kita harus lebih pintar, agar dapat mengontrol sebelum menjadi masalah
- Lebih peka terhadap isu yang berkembang
- Sering mengontrol kegiatan yang dilakukan oleh anak
- Lebih waspada dan tidak panik
- Ada baiknya menggunakan teknologi tersebut terlebih dahulu sebelum memberikan ke anak
- Berikanlah yang sesuai dengan tujuan dan perkembangan usia anak.
Untuk dapat menjadi fasilitator dan orang tua bagi anak didik yang sesuai dengan idealisme era global, pendidik perlu memperhatikan beberapa hal ideal yang perlu dimiliki oleh seorang pendidik. Mereka harus menumbuhkan positif reward,agar peserta didik memperoleh self-reward yang positif. Selain itu, pendidik juga harus mempunyai kemampuan untuk terus belajar ( long life learning) agar mampu menghantarkan dan memenuhi kebutuhan anak didiknya sesuai dengan perkembangan zaman.Idealisme tersebut perlu dimiliki oleh seorang pendidik agar memunculkan anak-anak berkualitas era global,yang diharapkan memiliki potensi sebagai berikut:
1. Konsep diri positif
2. Semangat juang, tanpa rasa putus asa
3. Pengetahuan umum luas
4. Mampu berargumentasi
5. Komitmen tinggi
6. Berani mengambil keputusan
7. Berani menentukan prioritas
8. Berani konsekuen dan bertanggung jawab
9. Berpekerti luhur
10. Menjalin sinergi yang menguntungkan
Pendapat saya, sebagai orang tua kita dapat menentukan dalam usia berapa anak akan menggunakan teknologi.baiknya, dalam usia di mana anak-anak akan memanfaatkan teknologi dengan baik untuk menambah wawasan dan pengetahuan.selain itu, kita juga harus menetapkan batas untuk sampai mana teknologi tersebut digunakan, jangan sampai kita memberikan fasilitas teknologi yang melampaui usia mereka. contoh : seperti memberikan hanphone pada anak TK, menurut saya anak seusia mereka belum memiliki tanggung jawab yang cukup untuk diberikan gadget pribadi. Tetapi kembali ke pandangan masing-masing sebagai orang tua, jika kita bisa mengontrol dan memonitor nya dengan baik, kenapa tidak?
Sumber:
1. Disusun dari buku "Tantangan Pendidikan Anak di Era Globalisasi" pada tanggal 02 April 2014
Reportase Hasil Wawancara
Umur : 45 Tahun
Pekerjaan : Security (Satpam)
Selama bekerja marsan memiliki pengalaman tidak menyenangkan, yaitu di marahi bos karena tidur saat bertugas akibat kelelahan. Tidak hanya pengalaman tidak menyenangkan didapat, tetapi pengalaman menyenangkan juga, marsan sering mendapat tips dari para pengunjung masjid untuk dia tabung agar dapat menambah penghasilan untuk kehidupan sehari-hari. Marsan senang mendapat pekerjaan di masjid karena dapat memperbaiki ibadahnya agar lebih rajin.
2. Nama : Diwan
Umur : 25 Tahun
Lama Bekerja : 2,5 Tahun
Selama bekerja marsan memiliki pengalaman tidak menyenangkan, yaitu di marahi bos karena tidur saat bertugas akibat kelelahan. Tidak hanya pengalaman tidak menyenangkan didapat, tetapi pengalaman menyenangkan juga, marsan sering mendapat tips dari para pengunjung masjid untuk dia tabung agar dapat menambah penghasilan untuk kehidupan sehari-hari. Marsan senang mendapat pekerjaan di masjid karena dapat memperbaiki ibadahnya agar lebih rajin.
2. Nama : Diwan
Umur : 25 Tahun
Pekerjaan : Chef
Lama Bekerja : 3 Tahun.
Lama Bekerja : 3 Tahun.
Selama bekerja Diwan memiliki pengalaman tidak menyenangkan, yaitu dimarahi karena kerja nya yang agak lambat. Tidak hanya pengalaman tidak menyenangkan didapat, tetapi pengalaman menyenangkan juga, Diwan bisa memberikan makanan yang lezat bagi para pelanggannya dan senang bisa melihat pelanggan menikmati masakannya. Agus berharap kedepannya dapat menguasai resep makanan lain selain makanan jepang.
Umur : 25 Tahun
Pekerjaan : Cleaning Service
Lama Bekerja : 2 Tahun.
Lama Bekerja : 2 Tahun.
Selama bekerja Moko memiliki pengalaman tidak menyenangkan, yaitu merasa kelelahan jika harus membersihkan area yang luas sendirian dan tidak ada yang membantu . Tidak hanya pengalaman tidak menyenangkan didapat, tetapi pengalaman menyenangkan juga, Moko dapat bertemu artis-artis terkenal dan dapat foto bersama dengan mudah karena dia dilibatkan menjadi salah satu pengurus acara tersebut. Moko berharap bisa mendapat pekerjaan yang lebih baik di waktu yang akan datang.
Bagus sekali artikelnya sangat berguna untuk kita yang hidup di jaman modern ini.
BalasHapusIsi dari artikel kamu sangat bagus dan mudah sekali dipahaminya :) nilainya 84 yaa
BalasHapusRingkasan seminarnya rapih dan hasil wawancaranya juga mendetail. Nilai 90
BalasHapus